Bandar Lampung (Jurnalis) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke MAN 1 Bandar Lampung pada Kamis (05/03/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Pelajaran 2026/2027 serta Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT).
Peninjauan dilakukan di Gedung Serba Guna yang menjadi lokasi seleksi PMBM, serta Laboratorium Bahasa sebagai tempat pelaksanaan ASAT berbasis komputer. Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain memantau proses kegiatan sekaligus berdialog dengan panitia mengenai mekanisme seleksi dan asesmen.
Zulkarnain menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan PMBM di MAN 1 Bandar Lampung yang dinilai berjalan tertib. Ia menyoroti kualitas calon siswa yang mendaftar melalui berbagai jalur.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh tim panitia dan kepala madrasah. Kita menyaring siswa melalui jalur prestasi, bahkan ada yang hafal hingga tiga juz Al-Qur'an lebih. Inilah madrasah yang mencoba menyalurkan bakat dan minat mereka, tidak hanya secara akademik tetapi juga kemampuan keilmuan agamanya. Siswa tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa keunggulan madrasah terletak pada perpaduan pendidikan umum dan agama yang seimbang. Hal ini menjadi kekuatan utama dalam mencetak generasi muda yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.
“Madrasah sudah teruji. Di MAN 1, para siswa mempelajari pelajaran umum sekaligus muatan agama yang sangat kuat, seperti Bahasa Arab, SKI, Al-Qur'an Hadis, Fikih, dan lainnya. Ke depan, kita berharap madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga beriman dan bertakwa,” jelasnya.
Menutup kunjungannya, Zulkarnain berpesan kepada seluruh siswa MAN 1 Bandar Lampung untuk terus belajar sungguh-sungguh dan menjaga etika terhadap orang tua maupun guru.
“Ilmu itu cahaya dari Allah dan tidak diberikan kepada mereka yang gemar berbuat maksiat. Jadilah anak yang saleh dan salihah, mintalah doa orang tua, serta berbaktilah kepada guru. Rida Allah tergantung pada rida orang tua. Sebesar apa pun kecerdasan kita, tanpa rida orang tua, kita tidak akan menjadi apa-apa,” pungkasnya.
Kontributor: Salman, Keyra, Eilen, Awalia, Putri Dea, Fadel,