Bandar Lampung. MAN 1 (Humas). Rangkaian penilaian internal Zona Integritas (ZI) di MAN 1 Bandar Lampung memasuki hari ketiga pada Rabu (13/05/2026) dengan agenda utama internalisasi program pembangunan ZI kepada seluruh warga madrasah. Tim Penilai dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Muhammad Muhibbin dan Syaiful Afif, melakukan bedah mendalam terhadap efektivitas penerapan inovasi digital seperti aplikasi SIGERMAS dan Madrasah Digital Center (MDC) guna memastikan transformasi layanan pendidikan telah terintegrasi sepenuhnya bagi guru, tenaga kependidikan, serta siswa.
Selain inovasi digital, Tim Penilai menyoroti penguatan karakter melalui pembiasaan budaya kerja dan lingkungan madrasah, seperti penerapan 3S (Senyum, Salam, Sapa), pelaksanaan zikir sore, hingga salat berjamaah yang menjadi napas integritas di lingkungan madrasah. Tim juga menggali testimoni dari para siswa mengenai peran Kepala Madrasah, Lukman Hakim, sebagai role model yang dinilai berhasil memberikan keteladanan nyata, serta meninjau rekam jejak prestasi gemilang yang diraih siswa dan madrasah dalam tiga tahun terakhir sebagai bukti nyata kinerja unggul.
Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan bukan sekadar upaya mengejar formalitas penilaian, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. "Internalisasi ini adalah ruh dari pembangunan ZI; kami ingin memastikan bahwa aplikasi SIGERMAS dan MDC benar-benar memudahkan layanan, sementara pembiasaan karakter seperti zikir dan 3S menjadi identitas yang melekat pada setiap pribadi di madrasah ini demi mencapai predikat WBK yang berkelanjutan," ungkap Lukman.
Tim Penilai menegaskan bahwa inti dari pembangunan Zona Integritas adalah bagaimana seluruh stakeholder, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa, harus merasakan dampak positif dan perubahan nyata setelah program ini dibentuk di MAN 1 Bandar Lampung. Seluruh hasil pendalaman ini akan dirangkum dalam laporan evaluasi komprehensif sebagai penentu kelayakan madrasah melaju ke level nasional. Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama antara Tim Penilai dengan para siswa dan GTK sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dalam proses evaluasi. (FA/Yn/YM/Kh).