MAN 1 Bandar Lampung Gelar Sosialisasi Navigasi Kebijakan Kurikulum Baru

MAN 1 Bandar Lampung Gelar Sosialisasi Navigasi Kebijakan Kurikulum Baru

Bandar Lampung. MAN 1 (Humas). MAN 1 Bandar Lampung menggelar kegiatan Sosialisasi Navigasi Kebijakan Kurikulum Baru: Membangun Ekosistem Digital dan Karakter Berkelanjutan di Aula Madrasah pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dengan menghadirkan pakar pendidikan nasional, Prof. Darmadi, sebagai narasumber.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih peserta didik, mengingatkan pentingnya internalisasi nilai-nilai Zona Integritas, serta mengajak seluruh GTK untuk terus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Lukman juga menyampaikan analogi tentang pentingnya sinergi dalam membangun madrasah. Menurutnya, sebuah instansi ibarat barcode yang hanya dapat berfungsi apabila seluruh bagiannya tersusun dengan benar.

"Sebuah instansi itu ibarat sebuah kode batang atau barcode. Jika ada satu saja garis atau tanda yang tidak sesuai, maka barcode tersebut tidak akan bisa dipindai. Oleh karena itu, keselarasan dan kerja sama kita semua adalah kunci keberhasilan madrasah ini," ungkap Lukman.

Memasuki sesi utama, Prof. Darmadi mengawali paparannya dengan menjelaskan bahwa navigasi kebijakan kurikulum merupakan upaya menentukan arah pendidikan yang tepat di tengah berbagai perubahan. Ia menegaskan bahwa deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melalui penguatan nilai-nilai Panca Cinta yang telah lama menjadi karakter pendidikan madrasah.

Di tengah tantangan rendahnya tingkat literasi dan numerasi nasional, Darmadi mengingatkan kembali makna hakiki profesi guru sebagai penggerak perubahan.

"Guru itu bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang tulus. Menghadapi kebijakan baru, sikap terbaik kita adalah responsif, mencoba menerima, dan memahami esensinya, bukan justru bersikap apriori," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta ke dalam tujuan pembelajaran sehingga proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat internal pembagian tugas Guru dan Tenaga Kependidikan untuk Tahun Ajaran 2026/2027. (Kh/Yn/YM/FA)


11/07/2026 15:29, Dilihat 7 kali