Bandar Lampung — (Jurnalis) MAN 1 Bandar Lampung kembali menggelar upacara bendera rutin setiap hari Senin (13/04/2026) di halaman utama MAN 1 Bandar Lampung. Para Guru serta seluruh Siswa/i mengikuti upacara. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bertugas sebagai petugas upacara pada kali ini.
Sebelum upacara dimulai, MAN 1 Bandar Lampung kembali memberikan apresiasi kepada para bintang-bintang yang telah meraih prestasi di berbagai bidang. Prestasi pertama datang dari tim futsal yang berhasil memborong juara di tiga kompetisi berbeda. Tim yang diperkuat oleh M. Rendy Dwi Baskoro, Alghazy Keandre Aziz, dan rekan-rekan lainnya sukses meraih Juara 1 pada SDB FAIR Futsal Competition 2026. Selain itu, tim futsal juga berhasil membawa pulang trofi Juara 2 dalam ajang Darmajaya Student Futsal Tournament 2026 serta Juara 3 pada Roma Club Indonesia Futsal Championship 2026.
Tak hanya di bidang olahraga, prestasi membanggakan juga diukir oleh para siswi di ajang pemilihan duta dan kompetisi umum. Helsa Putri Prawira dari kelas XI.F1.10 berhasil terpilih sebagai 2nd Runner-Up Muli Tulang Bawang 2026, disusul oleh Sabita Chairunisa Kesuma dari kelas XI F 2.3 yang sukses menyabet Juara 1 pada ajang Lampung Open 2026.
Semangat kompetisi juga terlihat di bidang akademik dan bahasa, di mana Al Amin Fadhilah dari kelas X 11 berhasil meraih Juara 1 Lomba Scrabble pada event Amuse Vora kategori SMA. Melengkapi deretan prestasi kali ini, Avikazka Vania Indah Damayanti juga berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih Juara 2 dalam lomba Storytelling.
Setelah sesi apresiasi tersebut selesai, rangkaian upacara pun dilanjutkan hingga tiba pada penyampaian amanat pembina. Dalam arahannya, Bapak Joko Dwi Surawu, S.Pd., M.Si., menekankan dua poin krusial yang harus dimiliki oleh setiap siswa, yaitu kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ).
Terkait kecerdasan intelektual, beliau berpesan agar seluruh siswa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu. Beliau mengingatkan bahwa dalam kehidupan sosial, orang yang tidak membekali diri dengan pengetahuan rentan dimanfaatkan oleh orang lain. Oleh karena itu, beliau mendorong siswa untuk mulai menetapkan prinsip dan tujuan masa depan sejak dini. Menurut beliau, ketika seseorang berhasil menaikkan derajatnya melalui ilmu, dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh individu tersebut, tetapi juga lingkungan di sekitarnya.
Namun, beliau menegaskan bahwa IQ yang tinggi tidak akan berarti tanpa adanya adab atau EQ yang baik. Hal ini mencakup cara bersikap, bertutur kata, dan menjaga moralitas di tengah masyarakat. Secara khusus, beliau menyoroti pentingnya menjaga perasaan orang tua. Beliau berpesan agar siswa senantiasa menghormati ibu yang memiliki ikatan perasaan kuat, serta menghargai ayah dengan rasa hormat yang tinggi. Menurutnya, keberkahan ilmu sangat bergantung pada rida kedua orang tua.
Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa gestur dan tata bahasa adalah cerminan martabat seseorang yang akan dinilai oleh orang lain. Beliau berharap siswa MAN 1 Bandar Lampung dapat menjaga karakter baik mereka, mengingat identitas madrasah yang memiliki ciri khas nilai-nilai agama sebagai keunggulan dibandingkan sekolah umum lainnya.
Kontributor : Naisha/Fadhel/Nafisha/Gahesa