Bandar Lampung. MAN 1 (Humas). MAN 1 Bandar Lampung melaksanakan upacara bendera pada Senin (31/8/2026) di halaman madrasah. Upacara diikuti oleh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan MAN 1 Bandar Lampung. Bertindak sebagai pembina upacara, Poppy Novitasari, yang juga merupakan Pembina OSIS MAN 1 Bandar Lampung.

Dalam amanatnya, Poppy menyampaikan hadis Rasulullah saw. tentang tanggung jawab setiap individu sebagai pemimpin. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab sesuai dengan peran masing-masing.

“Kullukum ro’in wa kullukum mas’ulun ‘an ro’iyyatihi,” yang berarti setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, disampaikan Poppy dalam amanatnya.

Ia menjelaskan bahwa kepala madrasah memiliki tanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan dan kinerja guru, sedangkan guru bertanggung jawab dalam mendidik peserta didik. Begitu pula peserta didik yang bertanggung jawab atas sikap, perilaku, dan tindakan yang dilakukan selama berada di lingkungan madrasah.

Poppy kemudian mengaitkan hal tersebut dengan Janji Siswa, khususnya poin kelima tentang tanggung jawab. Ia mengajak peserta didik untuk merefleksikan sejauh mana mereka telah melaksanakan tanggung jawab, termasuk dalam menaati tata tertib madrasah.

Menurutnya, peraturan madrasah bukan dibuat untuk mengekang peserta didik, melainkan untuk membentuk kedisiplinan dan karakter. Kepatuhan terhadap aturan juga menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Poppy juga memberikan apresiasi kepada salah satu peserta didik kelas XI yang dinilai sebagai peserta didik paling disiplin. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi agar budaya disiplin terus diterapkan oleh seluruh peserta didik.

“Semoga cita-cita kalian tercapai. Terus mulai dari hal-hal kecil dengan disiplin,” pesannya.

Selain kedisiplinan, Poppy menekankan pentingnya menjaga salat sebagai bagian utama dari tanggung jawab pribadi. Ia mengingatkan peserta didik agar tidak melaksanakan salat hanya karena takut kepada guru, tetapi karena kesadaran dan kewajiban kepada Allah Swt.

“Benahi mulai dari salat kita. Jangan sampai kita melaksanakan salat hanya karena takut kepada guru. Salat merupakan tanggung jawab kita,” pesannya.

Pada akhir amanat, Poppy mengingatkan bahwa prestasi akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan peserta didik. Karakter dan akhlak juga menjadi bagian penting yang harus terus dibangun, baik dalam hubungan dengan guru, orang tua, maupun teman. (Kh/Yn/YM/FA/AL)